25 Manfaat Daun Afrika

25 Manfaat Daun Afrika untuk Kesehatan: Mengobati Diabetes, Stroke, Sampai Mencegah Kanker
 
Berikut ini 25 manfaat daun afrika untuk kesehatan yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber yang bisa anda jadikan sebagai referensi :

1. Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Darah

Manfaat daun afrika yang pertama adalah untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sebagaimana kita ketahui, jika kolesterol dalam darah kita tinggi maka aliran darah akan terganggu yang mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti serangan jantung mendadak atau stroke. 
Nah, daun afrika sangat bermanfaat untuk mengatasi kolesterol tinggi dalam darah atau LDL, anda cukup meminum air rebusan daun afrika dengan teratur. Untuk menghilangkan rasa pahit dari daun afrika, anda bisa menambahkan madu dan juga jeruk nipis atau jeruk lemon agar rasanya lebih segar.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Manfaat daun afrika yang kedua adalah untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Banyak orang yang berusia di atas 50 tahun menderita tekanan darah tinggi, akibatnya tentu saja gampang marah, emosi tidak terkontrol dan bisa mengakibatkan stroke dan berujung pada kematian. untuk menurunkan tekanan darah tinggi anda bisa menggunakan herbal rebusan daun afrika

3. Mengatasi Insomnia

Daun afrika juga bisa membantun anda untuk mengatasi insomnia. Hal ini dikarenakan daun afrika memiliki efek relaksasi. Caranya adalah dengan merebus beberapa lembar daun afrika, bisa menggunakan daun afrika segar ataupun daun afrika. Minum air rebusan tersebut sebelum anda tidur. Lakukan hal tersebut selama insomnia belum membaik.

4. Mengobati Perut Kembung

Jika anda mengalami perut kembung atau yang sering dikenal juga dengan istilah bergas, nah daun afrika bisa membatun anda untuk mengatasinya. Untuk mengobati kondisi perut yang demikian, gunakan daun afrika yang di seduh dengan air panas lalu diminum. Bisa juga dengan ditambahkan madu untuk mengurangi rasa daun afrika yang pahit.

5. Mencegah Penyakit Stroke

Nah, seperti sudah dijelaskan sebelumnya, daun afrika juga berkhasiat untuk mencegah penyakit stroke,daun ini bermanfaat untuk melancarkan proses metabolisme di dalam tubuh, menjaga kelancaran darah dan mencegah penyempitan atau pembengkakan pembuluh darah di otak yang bisa menyebabkan stroke.

6. Menurunkan Gula Darah

Manfaat daun afrika yang tidak kalah luar biasanya adalah dapat menurunkan kadar gula dalam darah, hal ini tentu sangat baik sekali apalagi untuk pencerita diabetes. Nah, anda dianjurkan untuk meminum rebusan daun afrika bisa membantu menormalkan kadar gula darah yang sudah tinggi tersebut.

7. Membantu Mengobati Penyakit Diabetes

Nah ini dia manfaat daun afrika yang sangat luar biasa, yaitu dapat mengobati penyakit diabetes. Banyak yang sudah membuktikan jika dengan meminum rebusan daun afrika secara rutin bisa menyembuhkan diabetes. Bahkan pada beberapa pasien yang akan menjalani amputasi karena pembusukan yang diakibatkan diabetes, dapat diselamatkan dengan rutin meminum air rebusan daun afrika.

8. Mengobati Radang Persendian

Daun afrika juga bisa anda manfaatkan untuk mengatasi radang sendi atau rematik. Caranya sangat mudah sekali, cukup dengan meminum teh atau air rebusan dari daun afrika bisa membantu mengurangi rasa nyeri pada persendian. Jangan lupa untuk meminum air rebusan daun afrika secara rutin agar rematik pun segera sembuh. 

9. Menurunkan Resiko Penyakit Kanker Hati

Daun afrika juga berkhasiat untuk mengurangi resiko terkena kanker hati. hal ini dikarenakan daun afrika dapat mendetoksifikasi racun di dalam tubuh. Hal ini membuat manfaat daun afrika, dapat digunakan sebagai obat herbal yang sangat dianjurkan untuk mencegah penyakit kanker salah satunya adalah penyakit kanker hati.

10. Mengobati Batuk

Daun afrika juga bisa anda manfaatkan untuk mengatasi batuk, caranya sangat mudah sekali, yakni:
  • ambil daun afrika beberapa lembar
  • cuci hingga bersih lalu bisa langsung dikunyah
  • Atau, agar rasa pahitnya sedikit berkurang, seduh daun afrika dengan air panas
  • lalu air seduhan tersebut diminum selagi hangat
  • Minum seduhan daun afrika secara teratur hingga batuk mereda.

11. Mengobati Demam Panas

Anak anda mengalami panas tinggi? Manfaatkan daun afrika untuk menurunkannya. Anda dapat menyeduh daun afrika untuk diminum. Sama seperti pada penggunaan daun afrika untuk obat batuk, manfaat daun afrika yang digunakan adalah daun afrika segar dan jangan lupa untuk mencuci terlebih dahulu.Selain anak, remaja atau orang dewasa juga baik.

12. Menrunkan Demam Panas

Daun afrika juga dapat anda manfaatkan untuk menurunkan demam panas. Sama seperti pada penggunaan daun afrika untuk obat batuk, manfaat daun afrika yang digunakan adalah daun afrika segar dan jangan lupa untuk mencuci terlebih dahulu. 

13. Mengatasi Kesemutan

Anda sering mengalami kesemutan? Nah itu merupakan indikator bahwa aliran darah mengalami penyumbatan. Kesemutan yang demikian itu sebenarnya tidak berbahaya pada kesehatan. Tapi jika dibiarkan, kesemutan yang terus menerus bisa menjadi pertanda jika anda mengalami penyakit yang mungkin lebih serius. Disini, manfaat daun afrika bisa membantu anda untuk meredakan dan mengurangi frekuensi kesemutan. Bahkan jika anda meminumnya secara rutin, gejala kesemutan pun bisa sembuh sama sekali.

14. Mengobati Sakit Kepala

Selain mengobat batuk, manfaat daun afrika yang lain adalah untuk mengobati sakit kepala. Kandungan yang terdapat di dalam daun afrika juga ternyata bisa menjadi obat sakit kepala yang mujarab. Caranya adalah dengan merebus daun afrika dengan kurang lebih dua gelas air, lalu hasil rebusan tersebut diminum setelah dingin.

15. Mengobati Infeksi Tenggorokan

Daun afrika juga dapat anda gunakan untuk mengatasi infeksi pada tenggorokan anda. Hal ini karena di dalam daun afrika, terdapat sejenis zat yang mampu untuk membunuh virus, bakteri ataupun kuman penyebab terjadinya infeksi. Minum secara teratur rebusan daun afrika, dan infeksi anda pun akan segera sembuh.

16. Melancarkan BAB

Masalah buah air besar juga dapat diatasi dengan menggunakan herbal daun afrika. Atasi masalah BAB anda dengan meminum rebusan daun afrika.

17. Mengeluarkan Racun dari Tubuh

Seperti sudah dijelaskan di atas, bahwa daun afrika memiliki dapat mendetoksifikasi racun dalam tubuh. Toksin dan radikal bebas menjadi penyebab penyakit yang sangat berbahaya seperti stroke atau kanker. Kandungan di dalam daun afrika sangat berguna untuk mengusir toksin maupun radikal bebas di dalam tubuh.

18. Menyehatkan Organ Pencernaan

Selain dapat mengatasi susah buang air besar, daun afrika juga dapat anda manfaatkan untuk menyehatkan organ pencernaan seperti usus atau lambung. Daun ini dapat mencegah dan mengobati infeksi pada lambung atau usus. Seduh atau rebus daun afrika kering tersebut lalu minum.

19. Mencegah Penyakit Kanker

Manfaat daun afrika yang sangat luar biasa juga yaitu dapat mencegah penyakit kanker. Hal ini dikarenakan kandungan antioksidan yang berperan untuk menangkal radikal bebas. Berbagai perusak sel sehat bisa masuk ke tubuh manusia melalui berbagai cara seperti zat makanan, zat polutan atau gaya hidup yang tidak baik. Hal ini bisa meningkatkan tumbuhnya sel kanker yang tidak bisa dideteksi dengan mudah karena biasanya tidak menyebabkan rasa sakit pada awal gejala.
Sebagai pencegahan maka Anda bisa mengolah daun afrika segar menjadi teh. Rebus daun afrika segar dengan tiga gelas air, biarkan mendidih dan sisakan hingga 1 gelas. Minum rebusan air daun afrika jika sudah dingin.

20. Mencegah Penyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit mematikan yang dapat mengintai siapa saja. Anda dapat mencegah penyakit jantung dengan meminum rebusan dari daun afrika yang sudah kering ternyata meningkatkan senyawa pencegah penyakit jantung menjadi lebih maksimal. Senyawa yang terdapat dalam daun afrika bisa meluruhkan plak dalam pembuluh darah ke jantung.

21. Mengobati Malaria

Penyakit malaria sulit atau bahkan tidak bisa disembuhkan, ternyata tidak sepenuhnya benar. Ada banyak tanaman herbal yang bisa anda manfaatkan untuk mengobati malaria, selain dapat menggunakan daun pepaya anda juga dapat menggunakan daun afrika. Gejala penyakit ini pada awalnya tidak terlihat karena seperti flu biasa, namun bisa sangat berbahaya jika virus sudah masuk ke tubuh. Gejala lebih parah biasanya ditunjukkan dengan rasa menggigil dan nafsu makan menurun.
Cara Penggunaan
  • Rebus satu genggam daun afrika kering dengan 5 gelas air,
  • sisakan hingga 1 gelas,
  • saring kemudian minum.
  • Jika rasanya terlalu pahit maka Anda bisa menambahkan madu.

22. Menurunkan Berat Badan

Nah ini tentu merupakan kabar baik bagi anda yang sedang menjalani program diet. Manfaat daun afrika untuk diet ternyata juga sangat luar biasa.Berat badan berlebih disebabkan oleh konsumsi makanan yang berlemak tinggi, metabolisme tidak lancar juga karena kurang olahraga. 
Untuk membantu menurunkan berat badan maka Anda bisa memakai air dari rebusan daun afrika kering. Minum teh ini secara rutin, mengurangi konsumsi lemak dari hewan dan olahraga secara teratur. Dengan cara ini maka Anda bisa menurunkan berat badan dengan cepat.

23. Memberikan Istirahat Lebih Berkualitas

Jika anda mengalami masalah dengan tidur anda seperti tidur tidak nyenyak atau tidak berkualitas, anda bisa memanfaatkan daun afrika untuk mengatasinya. Nah, untuk mengatasi masalah ini maka Anda bisa membuat teh dari daun afrika kering. Minum satu gelas rebusan daun afrika kering sebelum tidur. Kandungan senyawa pada daun afrika bisa membantu mengatur otak dan sistem motorik agar tubuh bisa istirahat dengan baik.

24. Mengatasi Gangguan Diuretik

Bagi kaum lanjut usia, gangguan diuretik sangat sering sekali terjadi. Nah bagi anda sebagai anak, anda bisa membuatkan orang tua anda herbal dari daun afrika.
Oh ya, gangguan diuretik bisa menyebabkan seseorang sulit untuk buang air. Akibatnya maka bisa menyebabkan gangguan penyakit pada saluran kencing. Untuk mengatasi masalah ini adalah dengan konsumsi satu gelas air dari rebusan daun afrika yang masih segar. Namun jika keluhan sudah berkurang sebaiknya juga hentikan pengobatan.

25. Menormalkan Fungsi Paru-Paru

Manfaat daun afrika yang terakhir dari kami adalah untuk menormalkan fungsi paru-paru. Dengan mengonsumsi daun afrika dapat menghilangkan racun, dan dapat membantu bekerja secara normal.
Sangat luar biasa sekali bukan manfaat daun afrika. Nah, segera tanam tanaman herbal yang satu ini dipekarangan rumah anda agar anda bisa memanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini dengan yang lainnya agar yang lain juga bisa memanfaat daun afrika untuk mengatasi masalah kesehatan mereka,

Mengenal HTML Parser

Mengenal Apa Itu Parse HTML dan Fungsinya

Artikel ini saya buat singkat, jadi lebih mudah di pahami. Mengenal Apa itu Parse HTML dan Fungsinya - Di kalangan para blogger tentu istilah Parse HTML sudah tidak asing lagi. Tapi tidak semua blogger mengetahui apa itu parse html dan apa kegunaannya terutama bagi blogger pemula seperti saya. Nah, pada artikel kali ini akan saya ulas mengenai kegunaan mem-parse kode html.

Parse HTML, kata parse dalam Bahasa Inggris berarti mengurai. Namun, secara definisi saya berpendapat bahwa Parse HTML adalah mengubah kode-kode atau tanda-tanda tertentu menjadi kode entitas (kode unik). Kode-kode yang biasanya diubah yaitu tanda lebih kecil (<), petik dua ("), ampersand (&), petik satu ('), tanda lebih besar (>). Kode-kode tersebut akan diubah menjadi kode-kode yang unik (kode entitas) seperti berikut ini.
  • < akan diubah menjadi &lt;
  • " akan diubah menjadi &quot;
  • & akan diubah menjadi &amp;
  • ' akan diubah menjadi &#039;
  • > akan diubah menjadi &gt;
Mengapa kode html harus diparse terlebih dahulu ? Dengan melakukan HTML Parsing, maka akan mencegah tampilan error di blog ketika dibuka di suatu web browser. Hal ini biasa terjadi pada browser versi lama. Selain itu, mem-parse html dapat membuat kode html yang diparse menjadi lebih seo friendly dan valid html5 jika dibanding dengan yang belum diparse. Cukup sekian, artikel tentang Mengenal Apa Itu Parse HTML dan Fungsinya. Semoga dapat bermanfaat untuk anda.

5 Tips Penggunaan Uang THR


Pembagian tunjangan hari raya (THR), adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh pekerja. Sebab, uang THR bakal digunakan untuk kebutuhan hari raya, termasuk mudik.

Akan tetapi jika tidak bisa mengatur pengeluaran, uang THR akan habis dengan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Perencana keuangan, Aidil Akbar mengatakan, THR sudah sepantasnya digunakan untuk tujuan hari raya. THR juga tidak bisa digunakan untuk bayar utang atau menabung.

"THR sudah sepantasnya digunakan untuk tujuan hari raya. Apalagi kalau orangnya rencana mudik, THR tidak bisa digunakan untuk bayar utang atau nabung.

Dia pun memberikan 5 cara penggunaan uang THR yang baik dan benar. Berikut ulasannya :

1. Menutupi biaya hidup di bulan Ramadan

Menurut Aidil, sekitar 10 hingga 25 persen penggunaan uang THR biasanya untuk menutupi biaya hidup di bulan Ramadan. Sebab, pada bulan Ramadan kebutuhannya lebih banyak dengan bulan biasanya.

2. Bayar zakat

Sebagian uang THR bisa digunakan untuk zakat, baik itu zakat fitrah mau pun zakat mal. Seperti diketahui, bayar zakat wajib hukumnya bagi setiap umat Islam.

3. Bayar THR asisten rumah tangga

Bagi orang yang memiliki asisten rumah tangga, sebagian THR dipakai untuk memberikan THR kembali kepada mereka. Menurut Aidil, tak hanya orang yang membantu di rumah tapi satpam komplek, tukang sampah komplek perlu diberikan THR karena mereka pun mengharapkan uang tersebut.

4. Siapkan untuk infal

Untuk yang mempunyai anak balita sudah pasti kerepotan karena ditinggal mudik oleh asisten rumah tangga. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan memerlukan jasa infal. Jasa infal biasanya lebih mahal meski hanya seminggu. Oleh karena itu uang THR mesti disisihkan untuk keperluan ini.

5. Biaya mudik

Bagi yang mudik, sudah pasti uang THR akan digunakan untuk biaya transportasi. Selain itu juga digunakan untuk membeli oleh-oleh.

Cara Membuat Tab View Widget Kategori Oke Banget



Langsung saja pada cara membuatnya :
  1. Pertama Anda meesti login ke blogger dengan akun Anda
  2. Kedua pilih blog yang ingin anda tambahkan slider ini.
  3. Setelah itu masuk ke template >> Edit HTML, kemudian centang expand widget templates
  4. Untuk berjaga-jaga jika terjadi kesalahan dalam pengeditan nantinya, sebaiknya backup dulu template anda.
  5. Setelah semua langkah diatas anda lakukan, letakkan kode berikut ini diatas kode ]]></b:skin> :

  • #tabber-wrapper{width:640px;float:left;word-wrap:break-word;overflow:hidden}
    ul.tab-view{float:left;list-style:none;height:32px;border-bottom:1px solid #aaa;border-left:1px solid #aaa;width:638px;margin:0;padding:0}
    ul.tab-view li{float:left;height:31px;line-height:31px;border:1px solid #aaa;border-left:none;overflow:hidden;position:relative;background:#eee;margin:0 0 -1px;padding:0}
    ul.tab-view li a{text-decoration:none;color:#26231c;display:block;border:1px solid #eee;outline:none;font-weight:700;padding:0 15px}
    html ul.tab-view li.active,html ul.tab-view li.active a,html ul.tab-view li.active a:hover{background:#eee;color:#026ab5;border-bottom:1px solid #eee}
    .tab-wrapper{border:1px solid #aaa;border-top:none;overflow:hidden;clear:both;float:left;width:638px;background:#eee;margin-bottom:15px}
    .tabber{padding:10px 0}
    .tabber .column{float:left;display:inline;width:146px;margin:0 0 0 11px}
    .tabber h2{font:bold 12px Arial;line-height:15px;margin:7px 0 5px}
    .tabber h2 a{color:#222}
    .tabber h2 a:hover{color:#026ab5}
    Karena pada blog demo yang saya gunakan lebar main-wrapper (kolom postingan) adalah 640px maka untuk membungkus tab view widget lebarnya harus sama, yaitu 640px. Anda bisa sesuaikan dengan lebar main-wrapper pada template yang Anda gunakan.
    Dan untuk tab viewnya sendiri lebarnya harus dikurangi 2px (1px kanan dan kiri), karena tab ini dibungkus dengan border setebal 1px, sehingga lebarnya menjadi 638px. Lebar tiap satu post disini 146px, jika pada template yang Anda gunakan lebar main-wrapper lebih kecil, maka lebar untuk satu post ini pun juga harus diperkecil sehingga jarak antara bagian sisi kanan dan kiri sama.
  • Langkah selanjutnya masih pada posisi Edit HTML, masukkan kode berikut ini diatas kode </head> :
  • <script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
    <script src='http://yourjavascript.com/013120251122/tabview.js' type='text/javascript'/>
    <script type='text/javascript'>
    //<![CDATA[
    imgr=new Array();imgr[0]="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtBwdPC3OMxYCx4fDOYDQxYxwnYlrCIfHMZ-VjFzrMSsO8c0RJzgAlH4ebNACn6_RFLt8XjUGQzWezTPJq3CwB2sCh7IpjQ8eH8lmIWScorvxryCaw2vz6d_J1XNiMUYUcejDkK_dL0vo/s1600/no+image.jpg";showRandomImg=true;aBold=true;summaryPost=80;numposts=4;Title1="Norah Jones";Title2="Diana Krall";Title3="Sting";Title4="Basia";Title5="Sade";Title6="Jamie Cullum";function removeHtmlTag(strx,chop){var s=strx.split("<");for(var i=0;i<s.length;i++){if(s[i].indexOf(">")!=-1){s[i]=s[i].substring(s[i].indexOf(">")+1,s[i].length)}}s=s.join("");s=s.substring(0,chop-1);return s}function showrecentposts(json){j=(showRandomImg)?Math.floor((imgr.length+1)*Math.random()):0;img=new Array();for(var i=0;i<numposts;i++){var entry=json.feed.entry[i];var posttitle=entry.title.$t;var pcm;var posturl;if(i==json.feed.entry.length)break;for(var k=0;k<entry.link.length;k++){if(entry.link[k].rel=='alternate'){posturl=entry.link[k].href;break}}for(var k=0;k<entry.link.length;k++){if(entry.link[k].rel=='replies'&&entry.link[k].type=='text/html'){pcm=entry.link[k].title.split(" ")[0];break}}if("content"in entry){var postcontent=entry.content.$t}else if("summary"in entry){var postcontent=entry.summary.$t}else var postcontent="";postdate=entry.published.$t;if(j>imgr.length-1)j=0;img[i]=imgr[j];s=postcontent;a=s.indexOf("<img");b=s.indexOf("src=\"",a);c=s.indexOf("\"",b+5);d=s.substr(b+5,c-b-5);if((a!=-1)&&(b!=-1)&&(c!=-1)&&(d!=""))img[i]=d;var month=[1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12];var month2=["Jan","Feb","Mar","Apr","May","Jun","Jul","Aug","Sep","Oct","Nov","Dec"];var day=postdate.split("-")[2].substring(0,2);var m=postdate.split("-")[1];var y=postdate.split("-")[0];for(var u2=0;u2<month.length;u2++){if(parseInt(m)==month[u2]){m=month2[u2];break}}var daystr=day+' '+m+' '+y;var trtd='<div class="column"><a href="'+posturl+'"><img width="146" height="95" src="'+img[i]+'"/></a><h2><a href="'+posturl+'">'+posttitle+'</a></h2><p>'+removeHtmlTag(postcontent,summaryPost)+'...</p></div>';document.write(trtd);j++}}
    //]]>
    </script>
    Keterangan :
    Perhatikan URL script warna biru diatas, itu adalah kode script jQuery.min.js seri terbaru yang saya gunakan untuk membuat tab view widget. Jika pada template Anda sudah terdapat jQuery.min.js walaupun serinya berbeda, kode warna biru diatas tidak perlu lagi Anda masukkan. Cukup satu jQuery.min.js yang ada di template, terserah mau seri berapa, kalau bisa versi yang terbaru.
    Tulisan warna merah : Norah Jones, Diana Krall dan seterusnya adalah judul untuk tab view widget, anda bisa ganti sesuai katehori yang ingin ditampilkan pada widget tersebut. Warna biru (146 dan 95) diatas adalah ukuran lebar dan tinggi thumbnail pada satu post kategori, silahkan ukurannya disesuaikan.
  • Kemudian masukkan kode berikut sebelum kode </body> :
  • <script type='text/javascript'>
     //<![CDATA[
    jQuery(document).ready(function(){$(".tabber").hide();$("ul.tab-view li:first").addClass("active").show();$(".tabber:first").show();$("ul.tab-view li").click(function(){$("ul.tab-view li").removeClass("active");$(this).addClass("active");$(".tabber").hide();var activeTab=$(this).find("a").attr("href");$(activeTab).fadeIn();return false})});
     //]]>
    </script>
  • Langkah selanjutnya adalah bagaimana cara menempatkan tab view widget tersebut pada blog kita. Jika Anda ingin meletakkan pada bagian atas sebelum post seperti pada demo, cari kode <div id='main-wrapper'>, kemudian letakkan kode berikut ini dibawahnya :

    1. <div id='tabber-wrapper'>
      <ul class='tab-view'>
      <li><a href='#tab1'><script>document.write(Title1);</script></a></li>
      <li><a href='#tab2'><script>document.write(Title2);</script></a></li>
      <li><a href='#tab3'><script>document.write(Title3);</script></a></li>
      <li><a href='#tab4'><script>document.write(Title4);</script></a></li>
      <li><a href='#tab5'><script>document.write(Title5);</script></a></li>
      <li><a href='#tab6'><script>document.write(Title6);</script></a></li>
      </ul><div class='clear'/>
      <div class='tab-wrapper'>
      <div class='tabber' id='tab1'>
      <script>
      document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Norah Jones Lyrics?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);
      </script></div>
      <div class='tabber' id='tab2'>
      <script>
      document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Diana Krall?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);
      </script></div>
      <div class='tabber' id='tab3'>
      <script>
      document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Sting?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);
      </script></div>
      <div class='tabber' id='tab4'>
      <script>
      document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Basia?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);
      </script></div>
      <div class='tabber' id='tab5'>
      <script>
      document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Sade Lyrics?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);
      </script></div>
      <div class='tabber' id='tab6'>
      <script>
      document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Jamie Cullum Lyrics?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);
      </script></div>
      <div class='clear'/>
      </div></div>
      Tulisan warna merah pada kode diatas adalah label atau kategori yang saya tampilkan pada tab view widget, silahkan ganti dengan label Anda sendiri dan sesuaikan dengan judul tab view pada langkah nomer 6 diatas. Dan jika Anda ingin menampilkan widget ini di bawah postingan, letakkan kode tersebut diatas kode berikut ini (jika tidak ada cari yang mirip) :
      <!-- spacer for skins that want sidebar and main to be the same height-->
      <div class='clear'>&#160;</div>
      
      </div> <!-- end content-wrapper -->
    2. Terakhir, save templates dan lihat hasilnya. 
    Nah itu tadi tutorial membuat tab view widget yang banyak ditanyakan oleh teman-teman blogger pada artikel sebelumnya. Silahkan dicoba, jika masih ada yang kurang jelas silahkan tinggalkan pesan di kotak komentar. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
    Baca juga artikel cara membuat sosial bookmark dengan efek samping seo responsive.

    Membuat Simple Slidet Otomatis Gambar Vertikal


    slider otomatis


    Kali ini saya akan memberikan satu lagi tutorial membuat slider otomatis untuk image atau gambar vertikal. Sebelumnya saya minta maaf belum bisa menjawab semua pertanyaan yang masuk karena banyak sekali kegiatan di luar yang harus saya kerjakan. Dan tentu saja saya juga belum bisa memenuhi permintaan teman-teman yang menginginkan sebuah template khusus atau modifikasi template yang sudah ada menjadi sebuah template yang SEO friendly dan valid HTML.

    Slider ini sangat sederhana, seperti juga slider-slider sebelumnya, slider inipun bekerja secara otomatis berdasarkan artikel terbaru dan kategori tertentu. Untuk lebih jelas silahkan klik demo diatas, slider ini saya letakkan di sidebar sebelah kanan dengan ukuran lebar 300px. Slider ini sekilas terlihat seperti slider yang ada pada template-template dari designer India seperti Lasantha Bandara, Lansindu, Sameera dan lainnya, yang masih memasukkan gambar dan URL secara manual.  Jika Anda pengguna template buatan mereka, dan ingin mengganti agar slider bekerja secara otomatis, silahkan simak berikut langkah-langkah pembuatannya :
    1. Setelah login ke Blogger, pilih blog yang ingin ditambahkan slider ini.
    2. Kemudian masuk ke Template >> Edit HTML (centang kotak expand widget templates)
    3. Di back up atau disimpan dulu templatenya, jika sewaktu-waktu terjadi kesalahan bisa dikembalikan ke bentuk semula.
    4. Klik "Buka" dan masukkan kode berikut di atas kode ]]></b:skin> :
  • /* Slider */
    .sompret-wrapper {float:right; position: relative;}
    .sompret { overflow: hidden; position: relative; width:300px; height:400px;}
    .image_reel { position: absolute; top: 0; left: 0; }
    .image_reel img {overflow: hidden;float: left;width:300px; height:auto;}
    .paging {background:#878773; border:1px solid #676756;padding: 4px 0 2px; text-align: right;z-index: 100; }
    .paging a { text-indent:-9999px; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_L0wcnSED2LT8BtZKuQVrs65Vjuu6fVNxU7ovnGCkt6Etyl1bxX1d4rKEOcf6LKEXsQ6_eP359BUz0PN8m4UmhJwHnTf0FxLYonYEIaaw9JccMFksvd60yIZP4sK8LVxNbG8kVLcP3pA/s1600/slider_item.png) no-repeat center; width:10px; height:10px; display:inline-block;margin:3px; border:none; outline:none; }
    .paging a.active { background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTI_YtWQ2a81YX3nFUGJ06M4tSgK8xA9KupZ9L9intEVyZ3lpARpRH_4jp3pIc1M6YCpoVsHbnhr8ulP4gZn4VugQ6GAZdpcrGunkkqO2K4FPFv-8U5Yl_sC3K0wLnGSaqUmjAu7aIVwA/s1600/slider_item_active.png) no-repeat center; border:none; outline:none;}
    .paging a:hover {font-weight: bold; border:none; outline:none;}
    .crott { width:280px; display: none; position:absolute;bottom: 0; left: 0; z-index: 101; background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGkkMQ9UFvks6YNbFnpncA5JvTLH75bDLagzrPlf_rJU11m7zk6OiXd8gxMpuAtDnCuvtPMeWt3z7GuLmFfb5fQVzQKAagexgQW81lto5cVJajW1OfhBWEXjgx0Oset4zUAgrnfKoHPeYR/s1600/uj-opacity-40.png);padding:5px 10px;  }
    .crott a{color: #fff;font: 16px Oswald }
    .crott p{color: #fff;font: 12px Arial;}
    Kode warna merah diatas adalah ukuran slider, untuk lebar 300px dan tinggi 400px. Perhatikan semua dan Anda harus sesuaikan dengan ukuran sidebar pada template yang Anda gunakan.
  • Masih di Edit HTML, masukkan kode script berikut ini diatas </head> :
  • <script src='http://code.jquery.com/jquery-1.8.3.js' type='text/javascript'/>
    <script type='text/javascript'>
    //<![CDATA[
    jQuery(document).ready(function() {

    //Set Default State of each portfolio piece
    $(".paging").show();
    $(".paging a:first").addClass("active");

    //Get size of images, how many there are, then determin the size of the image reel.
    var imageWidth = $(".sompret").width();
    var imageSum = $(".image_reel img").size();
    var imageReelWidth = imageWidth * imageSum;

    //Adjust the image reel to its new size
    $(".image_reel").css({'width' : imageReelWidth});

    //Paging + Slider Function
    rotate = function(){
       var triggerID = $active.attr("rel") - 1; //Get number of times to slide
       var image_reelPosition = triggerID * imageWidth; //Determines the distance the image reel needs to slide

       $(".paging a").removeClass('active'); //Remove all active class
       $active.addClass('active'); //Add active class (the $active is declared in the rotateSwitch function)
     
    $(".crott").stop(true,true).slideUp('slow');

    $(".crott").eq( $('.paging a.active').attr("rel") - 1 ).slideDown("slow");

       //Slider Animation
       $(".image_reel").animate({
           left: -image_reelPosition
       }, 500 );


    };

    //Rotation + Timing Event
    rotateSwitch = function(){
    $(".crott").eq( $('.paging a.active').attr("rel") - 1 ).slideDown("slow");
       play = setInterval(function(){ //Set timer - this will repeat itself every 3 seconds
           $active = $('.paging a.active').next();
           if ( $active.length === 0) { //If paging reaches the end...
               $active = $('.paging a:first'); //go back to first
           }
           rotate(); //Trigger the paging and slider function
       }, 10000); //Timer speed in milliseconds (3 seconds)

    };

    rotateSwitch(); //Run function on launch

     //On Click
        $(".paging a").click(function() {  
            $active = $(this); //Activate the clicked paging
            //Reset Timer
            clearInterval(play); //Stop the rotation
            rotate(); //Trigger rotation immediately
            rotateSwitch(); // Resume rotation
            return false; //Prevent browser jump to link anchor
        });  

    });

    //]]>
    </script>
    <script type='text/javascript'>
    //<![CDATA[
    imgr = new Array();
    imgr[0] = "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtBwdPC3OMxYCx4fDOYDQxYxwnYlrCIfHMZ-VjFzrMSsO8c0RJzgAlH4ebNACn6_RFLt8XjUGQzWezTPJq3CwB2sCh7IpjQ8eH8lmIWScorvxryCaw2vz6d_J1XNiMUYUcejDkK_dL0vo/s1600/no+image.jpg";
    showRandomImg = true;
    aBold = true;
    summaryPost1 = 80;
    summaryTitle = 20;
    numposts1 = 6;

    function removeHtmlTag(strx,chop){
        var s = strx.split("<");
        for(var i=0;i<s.length;i++){
            if(s[i].indexOf(">")!=-1){
                s[i] = s[i].substring(s[i].indexOf(">")+1,s[i].length);
            }
        }
        s =  s.join("");
        s = s.substring(0,chop-1);
        return s;
    }

    function showrecentposts1(json) {
    j = (showRandomImg) ? Math.floor((imgr.length+1)*Math.random()) : 0;
    img  = new Array();
       
      for (var i = 0; i < numposts1; i++) {
        var entry = json.feed.entry[i];
        var posttitle = entry.title.$t;
    var pcm;
        var posturl;
        if (i == json.feed.entry.length) break;
        for (var k = 0; k < entry.link.length; k++) {
          if (entry.link[k].rel == 'alternate') {
            posturl = entry.link[k].href;
            break;
          }
        }

    for (var k = 0; k < entry.link.length; k++) {
          if (entry.link[k].rel == 'replies' && entry.link[k].type == 'text/html') {
            pcm = entry.link[k].title.split(" ")[0];
            break;
          }
        }

        if ("content" in entry) {
          var postcontent = entry.content.$t;}
        else
        if ("summary" in entry) {
          var postcontent = entry.summary.$t;}
        else var postcontent = "";
       
        postdate = entry.published.$t;

    if(j>imgr.length-1) j=0;
    img[i] = imgr[j];

    s = postcontent ; a = s.indexOf("<img"); b = s.indexOf("src=\"",a); c = s.indexOf("\"",b+5); d = s.substr(b+5,c-b-5);

    if((a!=-1)&&(b!=-1)&&(c!=-1)&&(d!="")) img[i] = d;

    //cmtext = (text != 'no') ? '<i><font color="'+acolor+'">('+pcm+' '+text+')</font></i>' : '';


    var month = [1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12];
    var month2 = ["January","February","March","April","May","June","July","August","September","October","November","December"];

    var day = postdate.split("-")[2].substring(0,2);
    var m = postdate.split("-")[1];
    var y = postdate.split("-")[0];

    for(var u2=0;u2<month.length;u2++){
    if(parseInt(m)==month[u2]) {
    m = month2[u2] ; break;
    }
    }

    var daystr = m+ ' ' + day + ' ' + y ;

    var trtd = '<div class="crott"><a href="'+posturl+'">'+posttitle+'</a><p>'+removeHtmlTag(postcontent,summaryPost1)+'... </p></div>';
    document.write(trtd);    

     j++;
    }

    }

    function showrecentposts2(json) {
    j = (showRandomImg) ? Math.floor((imgr.length+1)*Math.random()) : 0;
    img  = new Array();
     
      for (var i = 0; i < numposts1 ; i++) {
        var entry = json.feed.entry[i];
        var posttitle = entry.title.$t;
    var pcm;
        var posturl;
        if (i == json.feed.entry.length) break;
        for (var k = 0; k < entry.link.length; k++) {
          if (entry.link[k].rel == 'alternate') {
            posturl = entry.link[k].href;
            break;
          }
        }

    for (var k = 0; k < entry.link.length; k++) {
          if (entry.link[k].rel == 'replies' && entry.link[k].type == 'text/html') {
            pcm = entry.link[k].title.split(" ")[0];
            break;
          }
        }

        if ("content" in entry) {
          var postcontent = entry.content.$t;}
        else
        if ("summary" in entry) {
          var postcontent = entry.summary.$t;}
        else var postcontent = "";
       
        postdate = entry.published.$t;

    if(j>imgr.length-1) j=0;
    img[i] = imgr[j];

    s = postcontent ; a = s.indexOf("<img"); b = s.indexOf("src=\"",a); c = s.indexOf("\"",b+5); d = s.substr(b+5,c-b-5);

    if((a!=-1)&&(b!=-1)&&(c!=-1)&&(d!="")) img[i] = d;

    //cmtext = (text != 'no') ? '<i><font color="'+acolor+'">('+pcm+' '+text+')</font></i>' : '';


    var month = [1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12];
    var month2 = ["Jan","Feb","Mar","Apr","May","Jun","Jul","Aug","Sep","Oct","Nov","Dec"];

    var day = postdate.split("-")[2].substring(0,2);
    var m = postdate.split("-")[1];
    var y = postdate.split("-")[0];

    for(var u2=0;u2<month.length;u2++){
    if(parseInt(m)==month[u2]) {
    m = month2[u2] ; break;
    }
    }

    var daystr = day+ ' ' + m + ' ' + y ;

    var trtd = '<a href="'+posturl+'"><img src="'+img[i]+'"/></a>';
    document.write(trtd);    

     j++;
    }

    }
     //]]>
    </script>
    Perhatikan kode script warna merah paling atas, jika pada template Anda sudah terpasang script itu seri berapapun, kode script itu tidak usah diikutkan, hanya satu jquery yang ada pada sebuah template jika ada dua atau lebih akan bentrok dan salah satu fungsinya tidak jalan.. numposts:6; adalah jumlah post yang tampil pada slider
  • Sekarang Anda tinggal mau meletakkan slider itu dimana, jika ingin diletakkan di sidebar sebelah kanan paling atas seperti terlihat pada demo. Cari kode <div id='sidebar-wrapper'> atau kode pembungkus sidebar yang ada pada template Anda, kemudian letakkan kode berikut ini sebelum atau diatas <div id='sidebar-wrapper'> :
    1. <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
      <div class='sompret-wrapper'>
      <div class='sompret'>
      <div class='image_reel'>
      <script>
      document.write(&quot;&lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default?max-results=&quot;+numposts1+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts2\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);
      </script></div>
      <div class='description'>
      <script>    
      document.write(&quot;&lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default?max-results=&quot;+numposts1+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts1\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);
      </script>
      </div>
      </div>
      <div class='paging'>
      <a href='#' rel='1'/>
      <a href='#' rel='2'/>
      <a href='#' rel='3'/>
      <a href='#' rel='4'/>
      <a href='#' rel='5'/>
      <a href='#' rel='6'/>
      </div>
      </div></b:if>
      Keterangan :

      Tampilan slider dengan menggunakan kode diatas hanya terlihat pada postingan, jika Anda ingin slider terlihat di homepage hapus kode pertama dan terakhir yang berwarna biru muda. Slider diatas menampilkan postingan terbaru Anda, jika ingin merubah menjadi tampil per label anda tinggal menambahkan kode /-/your label antara kode default dan ?, jadinya seperti ini default/-/your label?max-results karena kode tersebut diatas ada dua, Anda harus ganti dua-duanya.
    2. Terakhir save, selesai.
    Slider diatas bisa Anda modifikasi sendiri, Anda juga bisa gunakan slider ini untuk gambar horisontal (tidak harus vertikal) berusahalah untuk lebih kreatif dengan merubah ukuran panjang dan lebar yang ada pada tutorial ini atau menambahkan hiasan ribbon misalnya seperti terlihat pada demo ini, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik. Itu tadi tutorial membuat slider sederhana kali ini, jika ada yang kurang jelas silahkan tinggalkan peasan pada kolom komentar di bawah.

    Dan untuk teman-teman yang sudah berpartisipasi dan meramaikan forum diskusi pada blog ini saya mengucapkan banyak terima kasih, silahkan berdiskusi dengan bebas dan sehat.

    Cara Membuat Sosial Bookmark Dengan Efek Samping Seo Responsive

    Cara membuat bookmark dengan efek samping seo responsive, widget itu akan mengikuti gerakan naik turun. Karena untuk meminimalisir penggunaan javascript, saya sengaja membuat widget itu polos tanpa penggunaan efek tertentu dengan konsekuensi penggunaan image untuk membentuk widget itu semakin banyak. Nah, kali ini saya akan berikan tutorial atau cara untuk membuat widget floating social bookmark dengan tambahan jquery library dan efek Easing tentu saja dengan penggunaan image yang lebih sedikit (hanya satu). 

    floating social bookmark


    Dengan penambahan jquery, jika Anda meletakkan cursor pada salah satu icon social bookmark, dia akan keluar pelan-pelan, lebih lembut seperti putri Solo yang baru keluar dari keraton, itu karena efek easing yang ada pada jquery-ui.min. Di samping efek easing yang saya tambahkan pada widget ini, juga jenis social media yang saya pasang lebih banyak. 4 jenis, untuk widget kali ini saya menambahkan sosial media Pinterest dan Youtube agar lebih lengkap. Berikut ini langkah-langkah pembuatannya :
    1. Login ke Blogger
    2. Masuk ke Template >> Edit HTML (centang expand widget templates)
    3. Letakkan kode CSS di bawah ini diatas ]]></b:skin> :
  • .social-buttons {
        position: fixed;
        top: 130px;
        width: 45px;
        z-index: 9999;
    }
    .button-left {
        left: 0;
    }
    .button-right {
        right: 0;
    }
    .social-buttons #twitter-btn .social-icon,
    .social-buttons #facebook-btn .social-icon,
    .social-buttons #google-btn .social-icon,
    .social-buttons #rss-btn .social-icon,
    .social-buttons #pinterest-btn .social-icon,
    .social-buttons #youtube-btn .social-icon {
        background-color: #33353B;
        background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUNzCmkjOy8eyFhE2I0n6auwsXkMsUWpI96d3CT-qlPhG6jIdMmBckwZS7lO5aovhEaJ0qrGzGV7Z2xlyP7ztpKKRP7u5kE9Qlby92J6suSlRziIzbYB5Kn5IMK_LDRygQzPEH9q7jrUE/s1600/mas-icons.png);
    }
    .button-left #facebook-btn span {
        background-position: right 10px;
    }
    .button-left #twitter-btn span {
        background-position: right -35px;
    }
    .button-left #google-btn span {
        background-position: right -127px;
    }
    .button-left #rss-btn span {
        background-position: right -80px;
    }
    .button-left #pinterest-btn span {
        background-position: 11px -177px;
    }
    .button-left #youtube-btn span {
        background-position: 11px -223px;
    }
    .button-right #facebook-btn span {
        background-position: 12px 10px;
    }
    .button-right #twitter-btn span {
        background-position: 11px -35px;
    }
    .button-right #google-btn span {
        background-position: 10px -127px;
    }
    .button-right #rss-btn span {
        background-position: 11px -80px;
    }
    .button-right #pinterest-btn span {
        background-position: 11px -177px;
    }
    .button-right #youtube-btn span {
        background-position: 11px -223px;
    }
    .social-buttons #facebook-btn:hover .social-icon {
        background-color: #3B5998;
    }
    .social-buttons #twitter-btn:hover .social-icon {
        background-color: #62BDB2;
    }
    .social-buttons #google-btn:hover .social-icon {
        background-color: #DB4A39;
    }
    .social-buttons #rss-btn:hover .social-icon {
        background-color: #FF8B0F;
    }
    .social-buttons #pinterest-btn:hover .social-icon {
        background-color: #D43638;
    }
    .social-buttons #youtube-btn:hover .social-icon {
        background-color: #C4302B;
    }
    .social-buttons a:hover .social-text {
        display: block;
    }
    .button-left .social-icon {
        -moz-transition: background-color 0.4s ease-in 0s;
        -webkit-transition: background-color 0.4s ease-in 0s;
        background-repeat: no-repeat;
        display: block;
        float: left;
        height: 43px;
        margin-bottom: 2px;
        width: 43px;
    }
    .button-left .social-text {
        display: none;
        float: right;
        font-size: 1em;
        font-weight: bold;
        margin: 11px 40px 11px 0px;
        white-space: nowrap;
    }
    .button-right .social-icon {
        -moz-transition: background-color 0.4s ease-in 0s;
        -webkit-transition: background-color 0.4s ease-in 0s;
        background-repeat: no-repeat;
        display: block;
        float: right;
        height: 43px;
        margin-bottom: 2px;
        width: 43px;
    }
    .button-right .social-text {
        display: none;
        float: left;
        font-size: 80%;
        font-weight: bold;
        margin: 11px 0 11px 40px;
        white-space: nowrap;
    }
    .social-buttons .social-text {
        color: #FFFFFF;
    }
  • Berikutnya penambahan jquery dan javascript, masih di Edit HTML letakkan kode berikut sebelum </head> :
    <script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
    <script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jqueryui/1.9.2/jquery-ui.min.js' type='text/javascript'/>
    <script>
        $(window).load(function(){
            $(&#39;.social-buttons .social-icon&#39;).mouseenter(function(){
                $(this).stop();
                $(this).animate({width:&#39;160&#39;}, 500, &#39;easeOutBounce&#39;,function(){}); 
            });
            $(&#39;.social-buttons .social-icon&#39;).mouseleave(function(){
                $(this).stop();
                $(this).animate({width:&#39;43&#39;}, 500, &#39;easeOutBounce&#39;,function(){});
            });
        });
    </script>
    Untuk jquery library warna biru diatas, jika pada template yang Anda gunakan sudah terpasang, ditinggalkan saja.
  • Selanjutnya memanggil widget tersebut, letakkan kode HTML di bawah ini sebelum </body> :
    1. <div class='social-buttons button-right hidden-phone hidden-tablet'>
      <a class='itemsocial' href='https://www.facebook.com/your FB' id='facebook-btn' target='_blank'><span class='social-icon'><span class='social-text'>Follow via Facebook</span></span></a>
      <a class='itemsocial' href='https://twitter.com/your twitter' id='twitter-btn' target='_blank'><span class='social-icon'><span class='social-text'>Follow via Twitter</span></span></a>
      <a class='itemsocial' href='https://plus.google.com/your G+' id='google-btn' target='_blank'><span class='social-icon'><span class='social-text'>Follow via Google</span></span></a>
      <a class='itemsocial' href='http://pinterest.com/your ID' id='pinterest-btn' target='_blank'><span class='social-icon'>
      <span class='social-text'>Follow via Pinterest</span></span></a>
      <a class='itemsocial' href='https://www.youtube.com/user/your ID' id='youtube-btn' target='_blank'><span class='social-icon'><span class='social-text'>Follow via Youtube</span></span></a>
      <a class='itemsocial' href='http://feeds.feedburner.com/your feed' id='rss-btn' target='_blank'><span class='social-icon'><span class='social-text'>Follow via RSS</span></span></a>
      </div>
      Ganti tulisan warna biru diatas, dengan ID Anda masing-masing jangan sampai keliru dengan ID tetangga.
    2. Terakhir, Save Templates.

    Mengenal Jquery



    jQuery, mungkin sudah tidak asing lagi bagi orang yang sering membuat sebuah website yang dinamis, dengan desain web yang hidup. Bagi yang belum tahu, jQuery adalah sebuah Library Javascript yang cepat dan ringkas yang mana dapat menyederhakan document traversing, event handling, animating, dan AJAX interactions untuk pengembangan web secara cepat.
    Kali ini saya akan ngebahas ringkas mengenai jQuery. Untuk yang belum pernah, akan saya kenalkan jQuery itu apa, hehe..

    Untuk Memulai JQuery

    Supaya temen2 bisa menggunakan Jquery, silakan download Jquery (saat ini versi terakhir adalah v.1.3.2).
    Lalu simpan file jquery-1.7.2.min.js yang udah didownload ke folder javascript web punya kita.. misalnya di folder /js, maka nanti kita tinggal tambahkan script ini di dalam tag header:
    <head>
    ...
    <script src="js/jquery-1.7.2.min.js"></script>
    ...
    </head>

    Cara Menggunakan JQuery

    <script>
    $().ready(function(){
        $("#gambarku").hide();
    });
    </script>
    Apa arti script di atas?
    Mungkin buat sahabat yang belum tau JQuery bakal terasa asing dan berkata “Bahasa apakah itu?”… tapi setidaknya pasti tau maksud script di atas. Ya, script di atas memerintahkan sebuah fungsi hide() untuk menyembunyikan sebuah elemen yang mempunyai ID = "gambar"..
    Nah, itulah JQuery..
    Menurut saya, enaknya memakai Jquery adalah perintah Javascript untuk berbagai elemen HTML bisa dideklarasikan terlebih dahulu, ID atau class apa yang ingin ‘dimainkan’… jadi nantinya kode tidak seperti ini,,,
    <button class="tombol" onclick="hide('gambarku')">Sembunyikan Gambar</button>
    <img id="gambarku" src="foto.jpg" />
    Jika bentuk kodenya seperti itu, bagaimana jika si buttonnya ada 1000? tentu capek kan kita menambahkan atribut onclick=”hide()” di setiap button?  Selain itu, jika tidak menggunakan Jquery, kita harus membuat fungsi hide() terlebih dahulu, untuk menyembunyikan element…
    Nah, dengan menggunakan Jquery, kita cuma buat suatu deklarasi yang mana “memerintahkan” bahwa semua elemen yang mempunyai class “tombol” jika diklik akan memanggil fungsi hide(). Selain itu, kita tidak usah bikin fungsi hide() lagi, karena semua fungsi untuk manipulasi elemen html sudah ada dalam JQuery, script Jquery-nya seperti ini:
    <script>
    $().ready(function(){
        $(".tombol").click(function(){
            $("#gambarku").hide();
        });
    });
    </script>
    Lalu diikuti html yang sederhana seperti berikut:
    <button class="tombol">Sembunyikan</button>
    <img id="gambarku" src="foto.jpg" />
    Jika tadi elemen dinyatakan dengan tanda “#”, script untuk class dinyatakan dengan tanda “.”. Jadi, .tombol berarti class=”tombol”, sedangkan #gambar berarti id=”gambar”, sama seperti deklarasi pada CSS, bagi yang sudah biasa CSS tentu saja lebih mudah menggunakan selector jQuery.

    Mengenal Joomla


    Joomla ! adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk membuat atau membangun sebuah website dinamis yang dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukungnya. Joomla! termasuk dalam kategori aplikasi CMS (Content Management System) open source, artinya dapat Anda pergunakan dengan sebebas-bebasnya atau bebas untuk mengoperasikannya. Sejarah Joomla! sendiri awalnya dikembangkan dari aplikasi CMS lainnya yaitu Mambo.

    Terdapat 3 hal cakupan dasar yang harus ada untuk membangun website berbasis Joomla!

    1. PHP
    PHP ( Personal Homepage ) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hypertext Preprocessor merupakan bahasa pemrograman atau scripting yang bersifat server side. Hasil koding atau pembuatan sintaks atau program kode PHP akan dieksekusi oleh webserver dan kemudian akan dikirim dalam bentuk HTML ke browser client. Kode PHP tersebut tidak dapat dilihat oleh pengunjung, melainkan kode HTML yang merupakan hasil eksekusi kode PHP tersebut yang dapat dilihat oleh pengunjung. Untuk mengubah kode PHP tersebut menjadi kode HTML juga diperlukan sebuah aplikasi yaitu Engine PHP. Engine PHP tersebut akan digunakan bersama aplikasi webserver.

    2. DataBase
    Selain menggunakan bahasa pemrograman atau scripting PHP, Joomla! juga diciptakan dengan menggunakan database MySQL. Database ini akan digunakan untuk menampung data-data Joomla! milik Anda, seperti user, password, dan data-data lainnya. Jika anda ingin download aplikasi MySQL, bisa anda buka http://mysql.com atau klik disini.

    3. Webserver
    PHP dan database merupakan dua hal dasar yang harus ada dalam membangun Joomla!, tetapi bagian terpenting yang harus ada dalam sebuah website adalah webserver, karena berfungsi sebagai pusat control dari pengolahan data website. Jadi input yang dilakukan oleh pemakai internet akan diolah kemudian dikembalikan lagi kepada pemakainya. Salah satu webserver yang sekarang ini banyak digunakan adalah Apache, karena telah banyak mendukung format file server tanpa perlu tambahan komponen aplikasi lagi. Terlebih lagi Joomla! akan berjalan baik bila menggunakan webserver Apache. Jika Anda ingin download aplikasi webserver, bisa anda buka http://apache.org atau klik disini.

    5 Manfaat Bangun Pagi


    Mungkin anda sudah melupakan kejadian khusus yang kamu alami ketika masih di sekolah dulu, tapi pasti ada beberapa hal yang pasti kamu masih mengingatnya sewaktu kamu menjalani masa-masa itu, yups kamu melakukan rutinitas yang sama setiap harinya:
    “Bangun pagi sekitar jam 5, merapikan tempat tidur (itupun kalau tidak bangun kesiangan), mandi, sarapan, hingga berangkat ke sekolah.”
    Sampai kamu beranjak dewasa dan memasuki umur 17 tahun, dimana kamu sudah masuk kuliah dan sudah tidak perlu bangun pagi-pagi sekali agar tidak telat masuk sekolah. Saat masa kuliah kebiasaan bangun pagi yang menjadi rutinitas di waktu kecil berlahan-lahan kamu tinggalkan, karena jadwal kuliah kamu paling pagi masuk jam 10 pagi.
    Tapi bisa tetap bangun pagi walaupun tidak ada aktivitas sekolah ataupun pekerjaan itu sangat bermanfaat banget, dan seharusnya kebiasaan bangun pagi yang kamu lakukan dari kecil harus terus di jaga sampai saat ini. Memangnya kenapa sih harus bangun pagi-pagi? , dan apa bedanya dengan bangun siang?, nah berikut ini ada beberapa alasan kenapa harus bangun pagi.

    1. Pagi hari adalah waktu paling sempurna untuk melakukan kegiatan positif

    Alasan Kenapa Harus Bangun Pagi

    Awali Harimu Dengan Bangun Pagi Dan Melakukan Kegiatan Yang Positif
    Mengawali hari dengan kegiatan yang positif akan membantu menjaga suasana hatimu tetap baik, ketika kamu bangun disaat orang lain belum memulai aktivitas, suasana disekitar kamu akan sangat mendukung untuk lebih berkosentrasi dan juga melakukan kegiatan religius seperti, beribadah, sholat, atau meditasi.
    Ketika harimu diawali dengan kegiatan yang positif, suasana hatimu akan terasa lebih tenang. Dengan bekal hati yang tenang, kamu akan lebih fokus dalam menjalankan segala aktivitas kamu sepanjang hari.

    2. Bangun pagi adalah cara termudah untuk menjaga kesehatan
    Kebiasaan Sehat Sarapan di Pagi Hari
    Mulailah Membangun Kebiasaan Hidup Sehat Dengan Bangun Pagi Dan Sarapan
    Cara paling mudah dan murah untuk menjaga kesehatan adalah dengan bangun pagi, dengan bangun pagi kamu akan mempunyai waktu untuk mengisi bahan bakar tubuh kamu di pagi hari. Banyak orang yang beralasan tidak mempunyai cukup waktu untuk sarapan di pagi hari, mereka hanya mengisi bahan bakar tubuhnya di waktu siang dan malam saja.
    Padahal sarapan di pagi hari sangat penting bagi tubuh karena saat memulai aktivitas kita memerlukan energi yang tidak sedikit, dan dari sarapan kita memperoleh energi tersebut. Otak kita juga memerlukan banyak nutrisi untuk bekerja dan menyelesaikan tugas-tugas kita sepanjang hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Mark Pereira dari Harvard Medical School, menunjukkan bahwa orang-orang yang sarapan pagi dengan rutin cenderung lebih sehat daripada yang tidak melakukannya.

    3. Bangun pagi bisa terhindar dari rasa stres karena terjebak macet dan terburu-buru berangkat kerja atau kuliah

    Bangun Pagi Berangkat Pagi

    Bangun Pagi an Mulailah Aktifitas Anda Lebih Awal Agar Terhindar Dari Macet
    Buat kamu yang sering terburu-buru berangkat kerja ataupun kuliah dan panik melihat kemacetan di mana-mana ada baiknya untuk segera merubah kebiasaan kamu. Berlatihlah untuk bisa bangun pagi, selain bisa menghirup udara segar di pagi hari kamu juga akan bebas dari kemacetan ataupun berangkat dengan terburu-buru karena yang membuat kamu stres takut telat masuk kerja atau kuliah.
    Belum lagi kalau naik angkutan umum yang harus berdesak-desakan, karena semakin siang akan semakin banyak penumpang lain. Bayangkan bila kamu bisa bangun pagi, kamu bisa memulai aktivitasmu lebih awal sehingga tidak kamu tidak akan merasakan kemacetan dan berdesak-desakan dalam angkutan umum.

    4. Bangun pagi bisa membuat harimu terasa jadi lebih panjang

    Bangun Pagi Akan Memiliki Banyak Waktu

    Mulailah Aktifitas Anda Lebih Cepat Agar Memiliki Banyak Me Time
    Ketika kamu bangun pagi, kamu bisa memulai aktivitasmu lebih awal, mengerjakan berbagai hal sesuai prioritas . Otomatis waktu yang kamu miliki akan terasa lebih senggang sehingga bisa melakukan aktivitas yang kamu sukai, karena semua pekerjaan telah kamu selesaikan lebih cepat, dan juga tidak ada pekerjaan yang menumpuk.
    Dengan bangun pagi dan menyelesaikan semua pekerjaanmu lebih awal kamu akan memiliki banyak waktu longgar yang bisa kamu gunakan untuk melakukan hobi kamu seperti membaca buku, jalan-jalan, nonton film kesukaan atau hanya sekedar memiliki me time.

    5. Jika kamu ingin sukses, berkacalah pada orang-orang yang sudah sukses saat ini

    Orang Sukses Memulai Aktifitasnya Lebih Awal

    Orang Sukses Selalu bangun Pagi Dan Memulai Aktifitasnya Lebih Awal
    Siapa yang belum pernah mendengar nama Bill Gate, orang yang tenar dengan produk microsoft miliknya yang sekarang menjadi orang paling kaya di dunia menurut majalah Forbes. Sandiaga Uno atau Chairul Tandjoeng mereka orang-orang yang sukses di indonesia yang memiliki beberapa perusahaan.
    Ada kesamaan dari mereka semua yang saya sebutkan di atas yaitu mereka bangun lebih awal, sekitar 3 jam sebelum jam kerja. Mereka menyusun to-do-list untuk hari itu. Sehingga hari-hari mereka mempunyai target-target yang terukur yang mendukung kesuksesan mereka.
    Itulah alasan-alasan mengapa kamu harus bangun pagi, jadi mulailah membangun kebiasan-kebiasan positif seperti bangun pagi agar hidup kamu menjadi lebih berkelas. Semangat Pagi !

    Manfaat Minyak Kemiri

    Pohon Kemiri yang Masih Hijau

     kemiri merupakan salah satu jenis tumbuhan rempah yang bijinya banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Selain bisa digunakan sebagai bumbu masak dan obat, kemiri banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat minyak. Minyak yang dibuat dari kemiri bukan minyak untuk memasak ya, tetapi minyak yang bisa digunakan untuk obat dan juga menjaga kesehatan rambut.

    Sejak zaman dahulu kemiri sudah dikenal di Indonesia. Bahkan di beberapa daerah nama dari rempah ini berbeda-beda, misalkan di daerah Sunda biasa disebut muncang, di Jawa biasa disebut pedekan dan kebiri di Batak serta masih banyak lagi nama lain di seluruh penjuru nusantara. Sebelum lebih jauh belajar tentang cara membuat minyak kemiri mungkin terlebih dahulu untuk mengetahui beberapa manfaat dari minyak ini.

    Manfaat Minyak Kemiri

    Kemiri memiliki nama ilmiah Aleurites moluccana yang termasuk dalam keluarga Euphorbiaceae. Hanya sedikit yang tahu bahwa minyak kemiri ini merupakan satu spesies dengan singkong, hal itu dikarenakan jarang orang yang melihat langsung pohon kemiri. Seperti yang sudah disinggung di awal saat ini kemiri banyak digunakan sebagai bumbu masak. Tetapi dahulu kemiri banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat minyak yang berkhasiat untuk kesehatan rambut.
    Banyak zat baik yang terkandung di dalam kemiri. Zat tersebut seperti vitamin A, vitamin B1, karbohidrat, protein, zat gizi, folat serta fitosterol serta zat lainnya. Banyaknya kandungan vitamin dan zat lain membuat rempah yang satu ini memiliki banyak kegunaan untuk tubuh. Berikut beberapa manfaat kemiri untuk kesehatan.

    Mengobati Sariawan dengan Kemiri

    Bukan hanya biji kemiri yang memiliki manfaat tetapi bagian batang dan getahnya juga salah satunya adalah untuk mengobati sariawan dan bau mulut. Untuk mengobatinya cukup gunakan getah dari pohon kemiri. Cara mendapatkan getahnya bisa dengan merobek kulit pohon kemiri dengan pisau dan tunggu sampai getahnya keluar. Cara memanfaatkannya adalah ambil getah kemiri dengan kapas, campur dengan sedikit santan kelapa kemudian oleskan kapas tersebut pada bagian mulut yang terkena sariawan.

    Mengatasi Infeksi Jamur

    Jamur merupakan sebuah momok bila sudah menyerang tubuh manusia. Infeksi jamur yang menyerang kulit seperti panu memang tidak berbahaya, tetapi hal tersebut akan sangat berdampak pada kepercayaan diri si penderita. Untuk mengobati jamur pada kulit cukup dengan mengoleskan minyak kemiri pada kulit yang terkena infeksi jamur. Lakukan hal tersebut secara rutin untuk mendapatkan maksimal.

    Mengatasi susah Tidur

    Bagi kamu yang terkenal Insomnia atau penyakit susah tidur bisa mencoba metode ini. Di dalam minyak kemiri terdapat zat melatonin yang berkhasiat untuk membuat kamu lebih rileks dan cepat tertidur. Dengan begitu sedikit demi sedikit akan memperbaiki pola tidur kamu. Dengan waktu istirahat yang berkualitas akan menjadi awal hidup sehat bagi kehidupan kamu.

    Mengobati Diare

    Kemiri juga bermanfaat untuk menyembuhkan diare. Caranya ambil 20 gram kulit batang kemiri yang masih segar kemudian bersihkan dan tumbuk hingga halus. Rebus air 600 cc sampai airnya berkurang menjadi setengahnya, saring dan ambil airnya. Kemudian minum air tersebut dua kali sehari sampai sakitnya sembuh.

    Minyak Kemiri Menyuburkan Rambut

    Manfaat kemiri untuk rambut sudah tidak diragukan lagi. Minyak kemiri memang sudah sejak zaman dulu telah digunakan untuk menyuburkan rambut. Caranya dengan mengambil minyak kemiri secukupnya, kemudian oleskan secara merata pada rambut dan kulit kepala. Lakukan pijatan pada kepala secara lembut dan diamkan semalaman. Kemudian esok paginya bilas dengan menggunakan shampo, jangan lupa untuk menggunakan kondisioner pada ujung rambut. Lakukan secara rutin sampai terlihat hasilnya.

    Menghilangkan Ketombe

    Satu lagi masalah yang sering terjadi pada rambut yaitu ketombe. Dengan memanfaatkan minyak kemiri kamu bisa menghilangkan ketombe yang mengganggu. Caranya hampir sama dengan dengan di atas yaitu dengan mengoleskan ke rambut dan kulit kepala secara merata. Minyak kemiri bisa menghilangkan kotoran pada kulit kepala yang menjadi biang keladi terjadinya ketombe. Dengan cara yang sama kamu juga bisa mengatasi masalah rambut lainnya seperti mengurangi rambut rontok, menghitamkan rambut, menumbuhkan rambut dll.

    Merawat Kecantikan Kulit

    Kandungan antioksidan pada minyak kemiri memiliki khasiat untuk meremajakan kulit serta menghilangkan keriput serta garis halus. Hal ini karena zat yang ada di dalam kemiri bisa menangkal radikal bebas yang sangat merugikan bagi kesehatan kulit.

    Cara Membuat Minyak Kemiri

    Cara Membuat Minyak Kemiri Putih'
    Sumber Gambar:googleusercontent.com
    Setelah tahu begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari minyak kemiri, tentu saat ini kamu menjadi bersemangat bukan untuk membuat minyak ini? Untuk membuat minyak kemiri tidaklah terlalu sulit karena semua prosesnya bisa dikerjakan secara tradisional. Selain itu bahan serta alat untuk membuatnya juga banyak tersedia di warung-warung.

    Bahan-bahan yang Digunakan

    • 250 gram biji kemiri, bisa juga disesuaikan dengan minyak yang ingin dihasilkan.
    • Air Putih

    Proses Pembuatan Minyak Kemiri

    1. Langkah pertama adalah membersihkan biji kemiri yang akan dibuat minyak sampai benar-benar bersih. Kemudian haluskan tetapi jangan sampai terlalu halus. Untuk menghaluskannya bisa dengan cara ditumbuk secara langsung atau menggunakan blender. Bila kamu menumbuknya secara langsung, tumbuklah sampai halus dan mudah untuk disaring.
    2. Sedangkan bila menggunakan blender, campurkan dengan sedikit air dan kemudian haluskan kira-kira sampai memiliki tekstur agag kasar. Jangan sampai terlalu halus seperti jus.
    3. Setelah biji kemiri dihaluskan dengan tumbukan manual atau menggunakan blender, selanjutnya adalah menyaring minyaknya. Caranya adalah dengan mencampur kemiri yang telah ditumbuk halus dengan air secukupnya, kemudian peras sampai keluar santannya. Proses ini sama seperti ketika memeras santan kelapa. Bila tumbukan biji kemiri terlalu halus, kamu bisa menggunakan kain untuk memerasnya. setelah diperas pisahkan antara ampas dan santan.
    4. Setelah mendapatkan santan yang diperas dari biji kemiri maka selanjutnya adalah memasak santan kemiri tersebut ke dalam wajan dan biarkan sampai mendidih. Selama proses merebus aduk-aduk santan secara berlahan agar proses penguapan bisa berjalan dengan sempurna.
    5. Proses penguapan ini akan memakan waktu cukup lama oleh karena itu kamu harus bersabar dalam menunggunya. Terus aduk secara berlahan santan kemiri sampai airnya menguap dan tinggal minyaknya saja. Ciri minyak kemiri yang sudah jadi biasanya terlihat dari kerak minyaknya yang berwarna coklat pekat.
    6. Langkah terakhir dari membuat minyak kemiri adalah memindahkan minyak ke dalam botol. Setelah minyak jadi, tunggu dan diamkan sampai dingin. Lalu ambil kerak tersebut kemudian peras minyaknya dengan menggunakan kain kering. Masukan minyak hasil perasan tersebut ke dalam botol yang bersih, tujuannya tentu agar mudah digunakan untuk pemakaian sehari-hari.

      Membuat Minyak Kemiri ala Hawai
      Membuat Minyak Kemiri ala Hawai
      Sumber Gambar " http://seo-oke.blogspot.com

      Cara Menggunakan Minyak Kemiri

      Setelah selesai membuat minyak kemiri saatnya kini kamu menggunakannya untuk mendapatkan rambut hitam, sehat dan terlihat cantik. Agar bisa merasakan manfaat minyak kemiri dengan sempurna maka ada beberapa cara yang bisa kamu coba. Berikut cara menggunakan minyak kemiri agar mendapatkan manfaatnya secara maksimal.
    7. Oleskan minyak kemiri pada rambut setiap pagi. Gunakan sebagai pengganti minyak rambut.
    8. Gunakan minyak kemiri sebagai masker rambut satu jam sebelum keramas. Pijat pelan pada kulit kepala agar minyaknya bisa meresap dengan baik.
    9. Oleskan pada rambut pada malam hari sebelum tidur dan kemudian pagi harinya bersihkan dengan keramas menggunakan shampo.
    Setelah melakukan 3 hal di atas secara teratur, maka kamu bisa melihat hasilnya. Dijamin kamu akan puas dengan tampilan rambut yang makin sehat dan cantik. Melakukan perawatan dengan menggunakan minyak kemiri tentu lebih murah dibandingkan harus ke salon. Sehingga kamu bisa menghemat pengeluaran bulanan. Bila tidak mau repot membuat minyak kemiri sendiri, maka kamu bisa membelinya minyak tersebut yang banyak dijual di pasaran.
     
    Support : Adi Nurdiansyah
    Copyright © 2016. INFORMASI ONLINE - All Rights Reserved
    Template Modify by Seo-Oke
    Proudly powered by Blogger